<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kang N&#039;dang Weblog</title>
	<atom:link href="http://gheaputri.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gheaputri.wordpress.com</link>
	<description>Jadikan Blog sebagai Sarana Pendidikan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Nov 2009 09:52:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gheaputri.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4637de3c2c95ceb90a61b71b9025f82d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Kang N&#039;dang Weblog</title>
		<link>http://gheaputri.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gheaputri.wordpress.com/osd.xml" title="Kang N&#039;dang Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gheaputri.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>IPS Kelas IX</title>
		<link>http://gheaputri.wordpress.com/2009/11/25/578/</link>
		<comments>http://gheaputri.wordpress.com/2009/11/25/578/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 09:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gheaputri</dc:creator>
				<category><![CDATA[5584]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gheaputri.wordpress.com/2009/11/25/578/</guid>
		<description><![CDATA[UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN Jenis Uang Uang yang beredar dalam masyarakat dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Berdasarkan bahan yang digunakan untuk membuat uang, uang dibedakan menjadi  sebagai berikut. Uang logam, yaitu uang yang dibuat dari logam, contohnya uang Rp25,00, Rp50,00, Rp100,00. Uang tersebut dapat dibuat dari emas, perak, tembaga, atau nikel dengan bentuk dan kadar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheaputri.wordpress.com&amp;blog=4240168&amp;post=578&amp;subd=gheaputri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Jenis Uang</strong></p>
<p>Uang yang beredar dalam masyarakat dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis.</p>
<ol>
<li>Berdasarkan bahan yang digunakan untuk membuat uang, uang dibedakan menjadi  sebagai berikut.
<ol>
<li><strong><em>Uang logam</em></strong>, yaitu uang yang dibuat dari logam, contohnya uang Rp25,00, Rp50,00, Rp100,00. Uang tersebut dapat dibuat dari emas, perak, tembaga, atau nikel dengan bentuk dan kadar berat tertentu serta dengan ciri-ciri tertentu pula untuk menghindari pemalsuan. Ciri-ciri tersebut diumumkan oleh pemerintah agar diketahui masyarakat.<span id="more-578"></span></li>
<li><strong><em>Uang kertas</em></strong>, yaitu uang yang dibuat dari kertas, contohnya uang Rp500,00, Rp1.000,00, Rp5.000,00, Rp10.000,00, Rp20.000,00 Rp50.000,00, Rp100.000,00. Uang tersebut dibuat dengan kertas khusus supaya sulit dipalsukan.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol>
<li>Berdasarkan lembaga yang mengeluarkannya, uang dibedakan menjadi:
<ol>
<li><strong><em>Uang kartal</em></strong> (kepercayaan) yaitu uang yang dikeluarkan oleh negara berdasarkan undang-undang dan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Uang kartal di negara kita terdiri atas uang logam dan uang kertas.</li>
<li><strong><em>Uang giral</em></strong> (simpanan di bank) yaitu dana yang disimpan pada rekening koran di bank-bank umum yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan untuk melakukan pembayaran dengan perantara cek, bilyet giro, atau perintah membayar. Uang giral dikeluarkan oleh bank umum dan merupakan uang yang tidak berujud karena hanya berupa saldo tagihan di bank.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol>
<li>Berdasarkan nilainya, uang dibedakan menjadi sebagai berikut.</li>
<li><strong><em>Uang bernilai penuh</em></strong>, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) sama dengan nilai nominalnya. Pada umumnya, uang yang bernilai penuh terbuat dari logam.</li>
<li><strong><em>Uang tidak bernilai penuh</em></strong>, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) lebih rendah daripada nilai nominalnya. Pada umumnya, uang yang tidak bernilai penuh terbuat dari kertas.</li>
</ol>
<p><strong>Fungsi Turunan Uang</strong></p>
<p>Fungsi turunan uang sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Uang sebagai alat pembayaran</li>
</ol>
<p>Sebagai alat pembayaran, apabila uang digunakan untuk melunasi kewajiban. Contoh: penggunaan uang untuk membayar utang, membayar rekening listrik, membayar pajak, dan membayar uang sekolah.</p>
<ol>
<li>Uang sebagai alat untuk menabung</li>
</ol>
<p>Keadaan keuangan seseorang kadang tidak tetap. Suatu hari mempunyai kelebihan uang, dan di waktu yang lain kekurangan uang untuk pembayaran tertentu. Di waktu ada kelebihan uang, kalian dapat menggunakan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang, dan sebelum digunakan dapat kalian tabung terlebih dahulu.</p>
<ol>
<li>Uang sebagai pemindah kekayaan  Jika orang tua kalian mempunyai tanah di desa, padahal orang tua kalian tersebut tinggal di kota karena bekerja; tanah yang di desa dapat dijual untuk membeli tanah di kota untuk tempat tinggal. Dengan begitu, orang tua kalian tidak perlu mengontrak rumah, melainkan tinggal di rumah sendiri. Dalam hal ini, uang berfungsi sebagai pemindah kekayaan bagi orang tua kalian, yaitu memindahkan kekayaan yang berupa tanah.</li>
<li>Uang sebagai pembentuk/penimbun kekayaan Uang dapat digunakan untuk membentuk kekayaan. Kalian dapat menabung sedikit demi sedikit untuk persiapan melanjutkan kuliah nanti. Setiap ada kenaikan  jumlah tabungan (hal-hal lain dianggap tetap), maka kekayaan kalian tersebut bertambah. Tambahan kekayaan tersebut pada dasarnya merupakan pembentuk/ penimbun kekayaan.</li>
<li>Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi Uang dapat merangsang seseorang untuk melakukan kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, uang berfungsi sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi masyarakat. Benarkah demikian? Ya, karena demi uang banyak orang bekerja keras setiap harinya. Sebaliknya, orang lebih mudah melakukan kegiatan ekonomi jika ia mempunyai modal.</li>
</ol>
<p><strong>Nilai Uang</strong></p>
<ol>
<li><strong><em>1. </em></strong><strong><em>Nilai Nominal</em></strong></li>
</ol>
<p>Nilai nominal uang adalah nilai yang tertera/tertulis pada setiap mata uang yang bersangkutan</p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong><em>Nilai Intrinsik</em></strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p>Nilai intrinsik uang adalah nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang.</p>
<ol>
<li><strong>3. </strong><strong><em>Nilai Riil</em></strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p>Nilai riil uang adalah nilai yang dapat diukur dengan jumlah barang dan jasav yang dapat ditukar dengan uang itu</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pengertian Bank</strong></p>
<p>Kata bank berasal dari bahasa Italia, yaitu banca yang berarti meja yang digunakan sebagai tempat penukaran uang. Menurut Undang-Undang N0. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan <em>bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Sesuai dengan fungsi dan tujuan bank tersebut, ada tiga tugas utama bank yang</p>
<p>juga dikenal dengan produk-produk bank.</p>
<ol>
<li>Bank sebagai Penghimpun Dana Masyarakat (Kredit Pasif). Penghimpunan dana dari masyarakat yang dilakukan oleh bank dapat dengan cara-cara sebagai berikut:</li>
</ol>
<p>1)    Rekening koran/giro (demand deposit), yaitu simpanan yang dapat diambil atau digunakan untuk membayar sewaktu-waktu.</p>
<p>2)    Deposito berjangka (time deposit), yaitu simpanan pada bank yang penarikannya hanya boleh dilakukan setelah jatuh tempo.</p>
<p>3)    Sertifikat deposito, yaitu deposito berjangka yang sertifikatnya dapat diperjualbelikan.</p>
<p>4)    Tabungan, yaitu simpanan di bank yang penarikannya dapat sewaktuwaktu.</p>
<p>5)    Deposit on call, yaitu simpanan tetap yang berada di bank selama pemiliknya tidak menggunakan. Jika pemiliknya akan menggunakan, pemilik tersebut harus memberitahukan terlebih dahulu.</p>
<p>6)    Deposit automatic roll over, yaitu deposito yang sudah jatuh tempo tetapi diperpanjang secara otomatis selama belum diambil.</p>
<ol>
<li>Bank sebagai Penyalur Dana Masyarakat (Kredit Aktif)</li>
</ol>
<p>Bank dapat menyalurkan dananya kepada masyarakat dengan cara-cara sebagai berikut.</p>
<p>1)      Kredit rekening koran, yaitu peminjaman kepada nasabah yang pengambilannya disesuaikan dengan kebutuhan nasabah tersebut.</p>
<p>2)      Kredit reimburse (letter of credit), yaitu kredit yang diberikan kepada nasabah atas pembelian sejumlah barang dan yang membayar adalah pihak bank.</p>
<p>3)      Kredit aksep, yaitu pinjaman yang diberikan bank kepada nasabah dengan mengeluarkan wesel. Wesel tersebut selanjutnya dapat diperdagangkan.</p>
<p>4)      Kredit dokumenter, yaitu pinjaman yang diberikan oleh bank kepada nasabah setelah nasabah menyerahkan dokumen pengiriman barang yang telah disetujui oleh kapten kapal yang mengangkut barang tersebut.</p>
<p>5)      Kredit dengan jaminan surat berharga, yaitu pinjaman yang diberikan oleh bank kepada nasabah untuk membeli suratsurat berharga, dan sekaligus surat-surat berharga tersebut sebagai jaminan kreditnya.</p>
<ol>
<li>Bank sebagai Perantara dalam Lalu Lintas Pembayaran</li>
</ol>
<p>Bank dapat bertindak sebagai perantara lalu lintas pembayaran dengan memberikan jasa sebagai berikut.</p>
<p>1)      Transfer (pengiriman) uang, yakni pengiriman uang antar daerah atau antar negara yang dilakukan oleh bank, atas permintaan nasabah atau masyarakat. Melakukan inkaso. Bank atas nama nasabah melakukan penagihan surat utang atau wesel kepada pihak lain.</p>
<p>2)      Menerbitkan kartu kredit (credit card). Bank menerbitkan kartu kredit untuk nasabah sehingga nasabah dapat melakukan transaksi pembelian di supermarket tanpa perlu membawa uang tunai.</p>
<p>3)      Mendiskonto. Bank menjamin jual beli surat berharga yang terjadi di masyarakat.</p>
<p>4)      Mengeluarkan cek perjalanan (traveler’s check).Untuk memudahkan transaksi dalam perjalanan, bank menyediakan cek perjalanan.</p>
<p>5)      Automated teller machine (ATM), yaitu tempat nasabah mengambil uang tunai yang ditangani oleh mesin.</p>
<p>6)      Pembayaran gaji karyawan. Suatu perusahaan/instansi dapat membayar gaji karyawannya melalui bank.</p>
<p>7)      Save Deposit Box (SDB), yaitu tempat penyimpanan surat/dokumen penting/ berharga.</p>
<p><strong>Jenis-Jenis Bank</strong></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Bank Umum</strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p>1)   Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalulintas pembayaran</p>
<p>Bank umum di Indonesia dilihat dari kepemilikannya terdiri atas:</p>
<ol>
<li>Bank pemerintah, seperti BRI, BNI, BTN.  Bank Pembangunan Daerah (BPD), seperti BPD DKI Jakarta.</li>
<li>Bank Swasta Nasional Devisa, seperti BCA, NISP, Bank Danamon.</li>
<li>Bank Swasta Nasional Bukan Devisa.</li>
<li>Bank Campuran, contoh Sumitomo Niaga Bank.</li>
<li>Bank Asing, seperti Bank of America, Bank of Tokyo.</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong>Bank Perkreditan Rakyat (BPR)</strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p>Menurut Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan, yang dimaksud Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.</p>
<p>Pembagian bank selain didasarkan Undang-Undang Perbankan dapat juga dibagi menurut kemampuan bank menciptakan alat pembayaran, yang meliputi:</p>
<p>1.  Bank Primer yaitu bank yang dapat menciptakan alat pembayaran baik berupa uang kartal maupun uang giral. Bank yang termasuk kelompok ini adalah: Bank Sentral atau Bank Indonesia sebagai pencipta uang kartal. Selain itu tugas</p>
<p>a.   Bank Sentral diantaranya: menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter;</p>
<p>- mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran; dan</p>
<p>- mengatur dan mengawasi bank.</p>
<p>b.  Bank Umum sebagai pencipta uang giral (uang yang hanya berlaku secara khusus dan  tidak berlaku secara umum).</p>
<p>2   Bank Sekunder yaitu bank yang tidak dapat menciptakan alat pembayaran dan hanya berperan sebagai perantara dalam perkreditan yang tergolong dalam bank ini adalah Bank Perkreditan Rakyat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gheaputri.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gheaputri.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gheaputri.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gheaputri.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gheaputri.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gheaputri.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gheaputri.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gheaputri.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gheaputri.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gheaputri.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gheaputri.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gheaputri.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gheaputri.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gheaputri.wordpress.com/578/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheaputri.wordpress.com&amp;blog=4240168&amp;post=578&amp;subd=gheaputri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gheaputri.wordpress.com/2009/11/25/578/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a050a03bdaced2cfe08a74c9b857e85?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gheaputri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perubahan Sosial Budaya</title>
		<link>http://gheaputri.wordpress.com/2009/11/04/361/</link>
		<comments>http://gheaputri.wordpress.com/2009/11/04/361/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 11:22:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gheaputri</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://gheaputri.wordpress.com/2009/11/04/361/</guid>
		<description><![CDATA[Perubahan Sosial A. Pengertian Perubahan Sosial-Budaya Berikut ini contoh definisi perubahan sosial budaya di antara sekian banyak definisi yang pernah dirumuskan oleh para ahli sosiologi. Perubahan sosial budaya adalah perubahan pola perilaku, hubungan sosial, lembaga, dan struktur sosial pada waktu tertentu. Difinisi lainnya perubahan sosial adalah segala perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan yang kemudian mempengaruhi nilai-nilai, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheaputri.wordpress.com&amp;blog=4240168&amp;post=361&amp;subd=gheaputri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perubahan Sosial</p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Pengertian Perubahan Sosial-Budaya</strong></li>
</ol>
<p>Berikut ini contoh definisi perubahan sosial budaya di antara sekian banyak definisi yang pernah dirumuskan oleh para ahli sosiologi. Perubahan sosial budaya adalah perubahan pola perilaku, hubungan sosial, lembaga, dan struktur sosial pada waktu tertentu. Difinisi lainnya perubahan sosial adalah segala perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan yang kemudian mempengaruhi nilai-nilai, sikap-sikap, pola-pola perilaku antara kelompok-kelompok yang terdapat dalam masyarakat.</p>
<p>Disamping perubahan dalam hal bentuk, ternyata perubahan itu juga berkaitan dengan fungsi. Hal ini nampak dari fungsi Stupa Burubudur ketika dulu didirikan berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Budha, tetapi sekarang monumen itu lebih banyak berfungsi sebagai obyekwisata.<span id="more-361"></span></p>
<p>Perubahan sosial dan budaya masyarakat ternyata ada budaya yang mudah berubah dan ada budaya yang lamban mengalami perubahan.</p>
<p>Budaya yang bersifat fisik lebih mudah berubah. Misalnya mode pakaian, potongan rambit, bentuk rumah, bentuk meja-kursi dan sebagainya. Sedangkan budaya non fisik relatif lamban mengalami perubahan seperti, tradisi, sistem kepercayaan, etika, nilai dan norma-norma lainnya yang ada dalam masyarakat.</p>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>Faktor-faktor Penyebab Perubahan</strong></li>
<li><strong><em>1. </em></strong><strong><em>Faktor Intern</em></strong></li>
</ol>
<p>Merupakan sebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri, antara lain:</p>
<ol>
<li><em>Penduduk</em>, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk(Dinamnika Penduduk). Pertambahan penduduk akan menyebabkan perubahan pada tempat tinggal. Tempat tinggal yang semula terpusat pada lingkungan kerabat akan berubah atau terpancar karena faktor pekerjaan. Berkurangnya penduduk juga akan menyebabkan perubahan sosial budaya. Contoh perubahan penduduk adalah program transmigrasi dan urbanisasi.</li>
<li><em>b. </em>Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru <em>(discovery)</em> ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama <em>(invention).</em></li>
<li>Munculnya berbagai bentuk pertentangan <em>(conflict)</em> dalam masyarakat.</li>
<li><em>Terjadinya pemberontakan atau revolusi</em> sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Misalnya, Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar, baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.</li>
</ol>
<p><strong><em>2. Faktor Ekstern</em></strong></p>
<p>Merupakan sebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri, antara lain:</p>
<ol>
<li><em>Adanya pengaruh bencana alam. </em></li>
</ol>
<p>Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan  tanah kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru tersebut. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya.</p>
<ol>
<li><em>Adanya peperangan.</em></li>
</ol>
<p>Peristiwa peperangan, baik perang saudara maupun perang antar negara dapat menyebabkan perubahan, karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah.</p>
<ol>
<li><em>Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. </em></li>
</ol>
<p>Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan, maka disebut <em>demonstration effect</em>. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak, maka disebut <em>cultural animosity</em>. Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain, maka akan muncul proses <em>imitasi</em> yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut.</p>
<ol>
<li><strong>C. </strong><strong>Bentuk Perubahan Sosial Budaya </strong></li>
</ol>
<p>Perubahan adalah sebuah kondisi yang berbeda dari sebelumnya. Perubahan itu bisa berupa kemajuan maupun kemunduran. Bila dilihat dari sisi maju dan mundurnya, maka bentuk perubahan sosial dapat dibedakan menjadi:</p>
<p><strong><em>1. Perubahan sebagai suatu kemajuan (progress)</em></strong></p>
<p>Perubahan sebagai suatu kemajuan merupakan perubahan yang memberi dan membawa kemajuan pada masyarakat. Hal ini tentu sangat diharapkan karena kemajuan itu bisa memberikan keuntungan dan berbagai kemudahan pada manusia. Perubahan kondisi masyarakat tradisional, dengan kehidupan teknologi yang masih sederhana, menjadi masyarakat maju dengan berbagai kemajuan teknologi yang memberikan berbagai kemudahan merupakan sebuah perkembangan dan pembangunan yang membawa kemajuan. Jadi, pembangunan dalam masyarakat merupakan bentuk perubahan ke arah kemajuan <em>(progress).</em></p>
<p>Perubahan dalam arti <em>progress </em>misalnya listrik masuk desa, penemuan alat-alat transportasi, dan penemuan alat-alat komunikasi. Masuknya jaringan listrik membuat kebutuhan manusia akan penerangan terpenuhi; penggunaan alat-alat elektronik meringankan pekerjaan dan memudahkan manusia memperoleh hiburan dan informasi; penemuan alat-alat transportasi memudahkan dan mempercepat mobilitas manusia proses pengangkutan; dan penemuan alat-alat komunikasi modern seperti telepon dan internet, memperlancar komunikasi jarak jauh.</p>
<p><strong><em>2. Perubahan sebagai suatu kemunduran (regress)</em></strong></p>
<p>Tidak semua perubahan yang tujuannya ke arah kemajuan selalu berjalan sesuai rencana. Terkadang dampak negatif yang tidak direncanakan pun muncul dan bisa menimbulkan masalah baru. Jika perubahan itu ternyata tidak menguntungkan bagi masyarakat, maka perubahan itu dianggap sebagai sebuah kemunduran. Misalnya, penggunaan HP sebagai alat komunikasi. HP telah memberikan kemudahan dalam komunikasi manusia, karena meskipun dalam jarak jauh pun masih bisa komunikasi langsung dengan telepon atau SMS. Disatu sisi HP telah mempermudah dan mempersingkat jarak, tetapi disisi lain telah mengurangi komunikasi fisik dan sosialisasi secara langsung. Sehingga teknologi telah menimbulkan dampak berkurangnya kontak langsung dan sosialisasi antar manusia atai individu.</p>
<p>Jika dilihat dari segi cepat atau lambatnya perubahan, maka perubahan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:</p>
<p><strong><em>1.  Evolusi dan Revolusi (perubahan lambat dan perubahan cepat)</em></strong></p>
<p>Evolusi adalah perubahan secara <em>lambat </em>yang terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana, namun karena masyarakat mengalami perkembangan, maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks.</p>
<p>Revolusi, yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif <em>cepat.</em> Seringkali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam masyarakat, ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin berkembang dan tidak dapat dikendalikan. Terjadinya proses revolusi memerlukan persyaratan tertentu, antara lain:</p>
<p>a. Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.</p>
<p>b. Adanya pemimpin/kelompok yang mampu memimpin masyarakat tersebut.</p>
<p>c. Harus bisa memanfaatkan momentum untuk melaksanakan revolusi.</p>
<p>d. Harus ada tujuan gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat.</p>
<p>e. Kemampuan pemimpin dalam menampung, merumuskan, serta menegaskan rasa tidak puas masyarakat dan keinginan-keinginan yang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan revolusi. Contoh perubahan secara revolusi adalah peristiwa reformasi (runtuhnya rezim Soeharto), peristiwa Tsunami di Aceh, semburan lumpur Lapindo (Sidoarjo).</p>
<p><strong><em>2.  Perubahan Kecil dan Perubahan Besar</em></strong></p>
<p><strong><em>Perubahan kecil</em></strong> adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang <em>tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat</em>. Contoh perubahan kecil adalah perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian.</p>
<p><strong><em>Perubahan besar</em></strong> adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang <em>membawa pengaruh langsung</em> atau pengaruh berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat.</p>
<p><strong><em>3.  Perubahan yang Direncanakan dan Tidak Direncanakan</em></strong></p>
<p>Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat. Pihak-pihak tersebut dinamakan <em>agent of change</em>, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah suatu sistem sosial. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan, misalnya perubahan tata pemerintahan Orde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi.</p>
<p>Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan. Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gheaputri.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gheaputri.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gheaputri.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gheaputri.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gheaputri.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gheaputri.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gheaputri.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gheaputri.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gheaputri.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gheaputri.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gheaputri.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gheaputri.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gheaputri.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gheaputri.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheaputri.wordpress.com&amp;blog=4240168&amp;post=361&amp;subd=gheaputri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gheaputri.wordpress.com/2009/11/04/361/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a050a03bdaced2cfe08a74c9b857e85?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gheaputri</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
